Buku Pertamaku, "Membangun Budaya Gemar Rapi"

Assalamu'alaikum

Alhamdulillah, akhir Desember lalu dikabarin, kalau buku Antologi Gemar Rapi akan naik cetak pada awal Januari dan dapat didistribusikan sekitar minggu ketiga Januari 2020.


MasyaAllah, kalau mengingat prosesnya dari awal, sungguh tidak menyangka akan berada hingga dititik ini.


Kelas Gemar RapiSebelum bercerita soal buku antologi ini, saya ingin berbagi sedikit kisah tentang Gemar Rapi. Sejak menikah dan memiliki anak, sebagian besar informasi bisa saya dapatkan dari ruman, salah satunya dengan berselancar di dunia maya. Hampir setiap hari selalu memantau instagram untuk mencari berbagai informasi, terutama mengenai berbenah. Nah, sekitar awal tahun lalu, saya menemukan akun Gemar Rapi yang menurut penjelasan profil, visi dan misinya akan menggunakan metode bebenah sesuai budaya Indonesia. Sangat menarik, pikir saya. Sejak saat itu, semakin rajinlah memantau update-an dari akun tersebut.  

Tepat tanggal 10 Februari 2019, Gemar Rapi mengumumkan akan membuka kelas online Gemari Pratama Angkatan I. Saat itu yang dirasakan ingin sekali bisa ikut kelas online dan upgrade ilmu berbenah. Secara ya mamak-mamak sibuk macem kita ini, susah banget kalo pengen upgrade ilmu secara offline. Sibuk digelendotin dan dikintilin anak-anak mulu gaesss. hahaha. Singkat cerita, akhirnya bisa juga ikutan kelas Gemari Pratama yang berlangsung selama 16 pekan di tahun lalu. 


Metode kelas online tersebut terdiri dari materi inti, materi suplemen dan praktek (tugas). Biasanya materi inti disampaikan setiap satu minggu sekali di hari Senin, lalu dilanjut dengan suplemen di hari Selasa. Nah, di akhir pekan saatnya siswa mengerjakan tugas yang diberikan sesuai materi. Tugasnya dikumpulkan secara tertulis berisi laporan proses berbenah yang sudah dilakukan di minggu tersebut.


Proses Buku Antologi

Setelah empat bulan lamanya berada di kelas, selesai sudah kelas online Gemari Pratama angkatan satu ini. Lalu, sekitar Mei 2019, Gemar Rapi mengajak para siswa Pratama angkatan 1 untuk menuangkan pengalamannya dengan tema, "Perubahan setelah Beberes ala Gemar Rapi". Naskah yang dikumpulkan haru sesuai dengan tema tersebut dan asli merupakan karya penulis. Tulisan tersebut merupakan cerita pendek akan pengalaman selama mengikuti kelas Gemar Rapi, terutama yang mampu menginspirasi pembaca. Panjang naskah yang dikirim tidak boleh lebih dari lima halaman dan belum pernah diterbitkan atau sudah terikat dengan penerbit lainnya.

Selain mengirim naskah, kontributor juga diharuskan menyertakan biodata yang terdiri dari nama, asal kelas Gemar Rapi, alamat medsos, dan juga foto diri. Alhamdulillah, tak dinyana tak diduga, saya berhasil mengumpulkan naskah di detik-detik menjelang deadline pada 31 Agustus 2019. Seraya mengucap Bismillahirrahmanirrahiim sambil meng-klik Send tulisan saya berjudul Rumah Rapi, Aman dan Sehat Berkat Gemar Rapi di email, hati rasanya ga karuan. Sempat terbersit di pikiran akan berbagai pertanyaan, Apa benar ini tulisan terbaik saya? Dapatkah menginspirasi orang lain, terutama untuk menjadi lebih baik? Apa yang akan terjadi selanjutnya? dan tanda tanya lainnya yang memenuhi kepala.


Memasuki September 2019, saya hanya menunggu dan menunggu kabar akan kelanjutan naskah. Tetiba suatu hari saya diundang untuk bergabung di WhatsApp Group dengan judul "Buku Antologi Gemar Rapi". MasyaAllah apakah ini suatu pertanda?

Digrup tersebut Mba Khoirun Nikmah menginformasikan tentang proses pembuatan buku antologi ini, mulai dari proses edit naskah, diskusi cover, editing penerbit hingga naik cetak. Sangat menarik dan seru sekali, karena ini merupakan hal baru bagi saya. Sungguh pun masih tidak menyangka bisa ada digrup itu, heuheu.





Secara keseluruhan ada 38 orang yang turut andil dalam penulisan buku antologi ini. Sebanyak 17 kontributor penulis merupakan alumni Gemari Pratama angkatan 1, dan 11 kontributor penulis berasal dari Gemari Madya. Semua kontributor merupakan perempuan, iya mungkin karena pikiran perempuan paling multitasking alias paling ribet. Jadi, ya sebagian masalah berbenah juga berasal dan sekaligus solusinya ada di pihak perempuan, hehe.


Selama proses mengedit tulisan, Mba Nikmah sangat membantu para kontributor. Bahkan, mba Nikmah juga tak segan membagi pengalamannya menulis buku. Ibu beranak satu ini juga tak sungkan menjawab pertanyaan dari saya dan manteman lainnya digrup. Ada satu hal yang saya ingat ketika proses mengedit tulisan, kalau Mba Nikmah agak kesulitan mengedit naskah yang terlalu singkat. Pasalnya, semakin singkat naskah, maka semakin sedikit pula informasi yang disampaikan. Jleb, rasanya benar juga. Jadi kepikiran, naskah yang saya kirim saat itu hanya sekitar 3-4 halaman. Jujur saja, saya tidak pandai menulis atau merangkai cerita. Jadi, saya hanya menyampaikan fakta yang saya rasakan.


Saat mba Nikmah, mengirimkan hasil editan naskah pada masing-masing kontributor, saya menyadari bahwa tulisan saya telah berubah menjadi lebih mewah dan bernyawa, haha. Jadi teringat berbagai macam mata kuliah penulisan yang saya lakoni di zaman dahulu. "Nah ini, maksudnya saya pengen nulis begini dan enak dibaca.", ujar saya dalam hati saat membaca kembali naskah yang telah diedit. Memang seru dan menegangkan sekali proses editing ini karena banyak hal baru yang didapatkan. Masih teringat, saat itu chat di grup WhatsApp ramai sekali, baik itu berupa ungkapan rasa atau pertanyaan. Mba Nikmah sebagai editor juga menekankan untuk menguatkan mental saat proses ini. Yaiya siy masuk akal juga, jika sudah mengirim naskah, maka harus bisa menerima segala macam masukan dan kritik. Selain itu, Mba Nikmah juga berpesan bagi yang mau terus berlatih menulis, maka harus rajin membaca buku-buku yang bermutu. "Untuk menghasilkan 1 buku berbobot, minimal harus membaca 10 buku referensi secara tuntas dan utuh," tulis Mba Nikmah digrup WA. Yes, saya sependapat. Banyak baca, banyak tahu dan banyak juga bahan yang bisa dijadikan tulisan. 


Jika ditotal, secara keseluruhan, lama proses editing berjalan sangat singkat, hanya sekitar dua minggu. Haha. Benar-benar ngebut sekali, karena mengejar deadline. Selanjutnya, memasuki minggu ketiga September, proses dilanjutkan dengan proof reading. Kemudian, sekitar sebulan berikutnya memasuki proses editing dan layouting oleh Penerbit, yaitu Ihsan Media. Selain proses editing, proses layouting juga tak kalah serunya. Mendiskusikan bentuk sampul depan dan belakang bagian buku. Berbagai masukan disampaikan para kontributor, mulai dari warna, ukuran hingga tata letak objek di sampul tersebut. Duuuh gemes deh rasanya.. dan MasyaAllah takjubnya bisa sampai ada di titik itu. Terharu... iya kami semua terharu, terutama para kontributor yang benar-benar baru didunia perbukuan ini.




Tepat 10 Desember 2019, akhirnya flyer serba-serbi buku antologi "Membangun Budaya Gemar Rapi" resmi disebarkan di instagram. Dalam flyer tersebut diinfokan masa Pre Order buku mulai dari 20 Desember 2019 - 10 Januari 2020, dengan harga Promo sebesar Rp 55.000. Semua pihak, mulai dari kontributor, Gemar Rapi, hingga Penerbit mempromosikan masa pemesanan buku tersebut. Saya pun mempromosikan buku tersebut, baik di instagram dan grup WA. Bahkan, teman-teman ikut antusias mempromosikan buku dengan tebal hampir 200 halaman tersebut. Sejak saya menunggah flyer di instagram, banyak teman-teman yang memesan buku pada saya. Sungguh terharu, bukan hanya secara materiil akan lakunya buku ini, tapi tak diduga, antusiasme teman-teman masih sangat tinggi dalam membaca buku di era digital ini.





Beginilah detail buku tersebut...


MEMBANGUN BUDAYA GEMAR RAPI

Kumpulan Kisah Inspiratif Menuju Hidup Rapi

🏠Penulis : Komunitas @gemarrapi


🏠Penerbit : @ihsanparenting

@ihsanmediapenerbit

🏠Ukuran   : 14,5 x 21 cm


🏠Isi : 208 halaman (B/W) 
🏠Kertas : Book Paper 55 gr     

🏠Cover : AC 230 gr, Laminating Doft ; Spot UV 


🏠Jilid   : Blok Lem + Wrapping


🎁Bonus Tas belanja lipat untuk 1000exp pertama


🏷Harga normal : 59.000


🏷Harga Promo : 55.000


🗓Masa  Promo: 


20 Des - 10 Januari 2019




Selama masa promosi, Gemar Rapi bersama Penerbit Ihsan Media juga mengadakan lima kelas online bedah buku antologi ini. MasyaAllah, antusias netizen yang budiman sangat tinggi. Jika link grup kelas kulwap sudah disebar, tidak membutuhkan waktu lama maka langsung penuh kuota grupnya.

Qodarullah, saya belom bisa berkontribusi menjadi narasumber saat kulwap bersama penerbit. Saat itu saya menjadi moderator membantu kulwap Mba Indri yang berlangsung pada 22 Desember 2019 di malam hari. Kulwap yang hanya berlangsung sejam tersebut cukup membuat was-was. Pasalnya, saat itu sudah memasuki waktu Indonesia bagian liburan, haha. Ngeri-ngeri sedap kalo peserta kulwap sepi karena sedang liburan. Ternyata, semangat dan antusiasmenya masih sangat tinggi lho. Alhamdulillah, semoga bermanfaat ya.



Balik lagi ke soal pemesanan buku yang memasuki hari kesepuluh, penerbit menginfokan kalau total jumlah pesanan sudah memasuki 1000 buku. MasyaAllah... hatiku klepek-klepek rasanya. Bersyukur bertemu teman-teman di Gemar Rapi yang kreatif dan bisa berkontribusi.

Meski sudah tembus 1000 buku, kontributor bersama Gemar Rapi dan Penerbit tetap semangat mempromosikan buku yang sebagian besar berisi kelas Gemar Rapi ini. Harapannya perjalanan kami para kontributor selama menjalani Gemar Rapi dapat memberi masukan yang positif nan membangun bagi pembaca.





Owh, iya di bagian belakang buku juga testimoni dari beberapa penulisn dan penggiat sosial. Silahkan disimak ya manteman... 





























Ups... Sepertinya sudah terlalu panjang saya bercerita ya haha... 
Akhir kata (*macem pidato aja), saya mengucapkan terima kasih pada Gemar Rapi dan Mba Nikmah serta penerbit atas segala proses terbitnya buku ini.
Mohon doanya ya manteman... Semoga buku ini dapat bermanfaat dan menjadi amal jariyah bagi setiap pihak yang berkontribusi didalamnya.
Semoga saya bisa kembali menulis buku lagi (*kalau ada yang ngajakin, haha). ternyata bikin ketagihan lho, haha.

Jika ada yang penasaran tentang buku ini, boleh lho dipesen *tetep promosi.
Manteman bisa memesan dengan mengontak saya di instagram @nisalestarian atau di toko online saya @tokotiktik atau @bytsf.id.
Buku Pertamaku, "Membangun Budaya Gemar Rapi" Buku Pertamaku, "Membangun Budaya Gemar Rapi" Reviewed by Lorine Wyman on January 22, 2020 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.